Salah satu sifat Allah adalah maha adil. Sehingga, setiap orang yang beramal shalih akan mendapatkan ganjarannya. sebaliknya setiap orang yang bermaksiat akan menanggung akibatnya, yakni berupa siksa atau azab Allah.
Harits bin Wahab ra berkata, “Saya mendengar Rasulullah saw bersabda, “Sukakah saya beritahukan kepadamu ahli surga? yaitu setiap orang yang lemah dan rendah dalam pandangan orang, tetapi kalau meminta kepada Allah tentu dikabulkan. Sukakah saya beritahukan ahli neraka? yaitu setiap orang yang keras hati, kaku tabiat, dan sombong.” (HR Bukhari).
Kehidupan dunia merupakan awal dari sebuah babak yang akan dihadapkan pada dua keadaan: surga atau neraka. Rasulullah saw mengatakan bahwa yang akan menempati surga Allah adalah orang-orang yang taat beribadah dan menjauhi larangan Allah. Bahkan diantara mereka itu ada yang tertindas dan teraniaya, sehingga terlihat seolah sebagai orang yang terhina dihadapan manusia, lemah, rendah dan miskin. Namun semua itu tidak membuatnya lupa kepada Allah, bahkan membuatnya ingat untuk selalu bermunajat.
Gambaran orang-orang seperti itu disebut oleh Rasulullah saw sebagai tanda-tanda penduduk surga, yang tentu saja atas dasar iman dan tauhid. Sementara itu, orang-orang yang dzalim dan berlaku sewenang-wenang terhadap yang lemah akan dimasukkan kedalam neraka-Nya.
Surga dan neraka merupakan dua keberadaan yang berlawanan. Surga dengan beragam kenikmatan abadi, serba ada, dengan pelayanan dan fasilitas istimewa. Sementara itu, neraka diterangkan sebagai tempat yang menakutkan, panas dan menyakitkan.
Bagi orang yang sombong dan keras hati layak memperoleh neraka sebagai wujud keadilan Allah. Karena makhluk Allah apapun wujudnya tidaklah pantas untuk berlaku sombong dan congkak di atas bumi ini. Ilmu, amal, keturunan, pangkat, kecantikan, harta benda yang dimiliki manusia, besar dan tinggi nilainya, tidak akan berarti bagi Allah SWT. Allah melarang makhluk-Nya untuk berlaku sombong. Apapun bentuknya, baik dalam hati, perbuatan maupun perkataan.
kolomustadz-swara qur’an